Kelemahan Ibrahimovic Keluar Setelah Sudah Bergabung Bersama Juventus
ParlayGilaBola, Turin - Mantan pelatih Juventus, Fabio Capello, mengenang ketika pertama kali memboyong Zlatan Ibrahimovic dari Ajax Amsterdam. Capello dianggap berjudi ketika menggaet Ibrahimovic ke Bianconeri.
Saat itu, Ajax memilih menjual Ibrahimovic serta mempertahankan Mido. Tetapi, menurut Capello, Ibrahimovic berlatih sangat keras usai bergabung dengan Juventus jadi menjadi pemain yang lebih baik.
"Ketika dirinya (Ibrahimovic) datang (ke Juventus), usianya muda, dirinya tak tidak keren dalam menembak serta Mino Raiola (agen) berbicara terhadap saya: 'Zlatan sangat kuat, dirinya mematahkan tangan kiper'," ungkap Capello, semacam dilansir Sky Italia.
Capello tak begitu saja menerima Ibrahimovic masuk ke dalam skuat utamanya. Dirinya sadar penyerang asal Swedia itu wajib butuh pembetulan.
"Saya merespons: 'Dengar, satu-satunya faktor yang dirinya sudah patahkan sejauh ini merupakan jendela ruang gym'," tutur pelatih asal Italia ini.
"Kemudian, Ibrahimovic mengawali latihan setiap hari, serta yang semacam kami tahu, dirinya mengambil langkah besar," ucapnya.
Mantan pelatih Real Madrid ini menyebutkan, Juventus tak menyesal mendatangkan Ibrahimovic kala itu. Bianconeri hanya wajib merogoh kocek 16 juta euro dalam empat kali pembayaran.
"Di Ajax, mereka memutuskan bahwa dirinya tak bakal menjadi pemain keren. Mereka memilih mempertahankan Mido, yang lebih mudah mencapai kesepakatan," terang Capello.
"Di Juventus, Ibrahimovic juga mempunyai berbagai persoalan, contohnya dengan Jonathan Zebina. Tapi, semua beres baik," kata mantan pelatih AC Milan ini.
Ibrahimovic bergabung dengan Juventus pada 2004 serta hengkang pada musim panas 2006 ke Inter Milan. Saat ini, pemain berjulukan Ibracadabra itu memperkuat Manchester United.
Saat itu, Ajax memilih menjual Ibrahimovic serta mempertahankan Mido. Tetapi, menurut Capello, Ibrahimovic berlatih sangat keras usai bergabung dengan Juventus jadi menjadi pemain yang lebih baik.
"Ketika dirinya (Ibrahimovic) datang (ke Juventus), usianya muda, dirinya tak tidak keren dalam menembak serta Mino Raiola (agen) berbicara terhadap saya: 'Zlatan sangat kuat, dirinya mematahkan tangan kiper'," ungkap Capello, semacam dilansir Sky Italia.
Capello tak begitu saja menerima Ibrahimovic masuk ke dalam skuat utamanya. Dirinya sadar penyerang asal Swedia itu wajib butuh pembetulan.
"Saya merespons: 'Dengar, satu-satunya faktor yang dirinya sudah patahkan sejauh ini merupakan jendela ruang gym'," tutur pelatih asal Italia ini.
"Kemudian, Ibrahimovic mengawali latihan setiap hari, serta yang semacam kami tahu, dirinya mengambil langkah besar," ucapnya.
Mantan pelatih Real Madrid ini menyebutkan, Juventus tak menyesal mendatangkan Ibrahimovic kala itu. Bianconeri hanya wajib merogoh kocek 16 juta euro dalam empat kali pembayaran.
"Di Ajax, mereka memutuskan bahwa dirinya tak bakal menjadi pemain keren. Mereka memilih mempertahankan Mido, yang lebih mudah mencapai kesepakatan," terang Capello.
"Di Juventus, Ibrahimovic juga mempunyai berbagai persoalan, contohnya dengan Jonathan Zebina. Tapi, semua beres baik," kata mantan pelatih AC Milan ini.
Ibrahimovic bergabung dengan Juventus pada 2004 serta hengkang pada musim panas 2006 ke Inter Milan. Saat ini, pemain berjulukan Ibracadabra itu memperkuat Manchester United.







Post a Comment