Jadi Ini Rahasia Besar Suksesnya Wenger
ParlayGilaBola - Arsene Wenger berhasil melalui rekor Sir Alex Ferguson di Premier League ketika Arsenal bermain imbang di markas West Brom berbagai saat lalu.
Pertandingan itu adalah yang ke-811 di liga domestik bagi pria Prancis sebagai manajer tim London Utara.
Wenger telah mengalami tidak sedikit pasang surut di tim London Utara. Mulai dari menjuarai Premier League serta melalui musim tanpa kalah, sampai akhir-akhir lebih tidak jarang diminta mundur sebab penurunan prestasi.
Tetapi pada SFR Sport, Wenger berbicara bahwa ia amat kecanduan melatih, sampai pekerjaan yang ia jalani telah terasa semacam 'obat-obatan' baginya.
"Ini adalah obat-obatan yang membikin kamu teler, serta pada akhirnya, kamu bakal terbangun lagi. Tetapi kamu rutin mengharapkan faktor yang sama lagi serta kembali meperbuatnya. Walau kadang semua tekanan itu memberatkan anda," tutur Wenger.
"Tekanan terkurang baik adalah tidak ada tekanan sama sekali. Nasib kamu bakal terasa amat hampa. Saya punya tidak sedikit kawan yang berkata, 'Saya berhenti, berhenti, berhenti', tetapi mereka semakin kembali."
"Bahkan mereka yang berkata, 'Percayalah, saya takkan kembali', semacam Capello serta Lippi, mereka semua akhirnya berangkat ke Tiongkok serta melatih lagi, walau sebelumnya enjoy di yacth milik mereka."
"Hal ini sangatlah membikin kamu kecanduan, semacam obat-obatan, kamu tidak dapat apabila tidak merasakan sensasinya."
Pertandingan itu adalah yang ke-811 di liga domestik bagi pria Prancis sebagai manajer tim London Utara.
Wenger telah mengalami tidak sedikit pasang surut di tim London Utara. Mulai dari menjuarai Premier League serta melalui musim tanpa kalah, sampai akhir-akhir lebih tidak jarang diminta mundur sebab penurunan prestasi.
Tetapi pada SFR Sport, Wenger berbicara bahwa ia amat kecanduan melatih, sampai pekerjaan yang ia jalani telah terasa semacam 'obat-obatan' baginya.
"Ini adalah obat-obatan yang membikin kamu teler, serta pada akhirnya, kamu bakal terbangun lagi. Tetapi kamu rutin mengharapkan faktor yang sama lagi serta kembali meperbuatnya. Walau kadang semua tekanan itu memberatkan anda," tutur Wenger.
"Tekanan terkurang baik adalah tidak ada tekanan sama sekali. Nasib kamu bakal terasa amat hampa. Saya punya tidak sedikit kawan yang berkata, 'Saya berhenti, berhenti, berhenti', tetapi mereka semakin kembali."
"Bahkan mereka yang berkata, 'Percayalah, saya takkan kembali', semacam Capello serta Lippi, mereka semua akhirnya berangkat ke Tiongkok serta melatih lagi, walau sebelumnya enjoy di yacth milik mereka."
"Hal ini sangatlah membikin kamu kecanduan, semacam obat-obatan, kamu tidak dapat apabila tidak merasakan sensasinya."






Post a Comment